PASKIBRA: WADAH PELAYANAN DAN UPAYA BELA NEGARA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

PASKIBRA: WADAH PELAYANAN DAN UPAYA BELA NEGARA DI LINGKUNGAN SEKOLAH

 

Bela Negara merupakan kesadaran dan tindakan warga negara yang diterapkan karena cinta mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sejalan dengan firman Tuhan pada Yeremia 29:7 yang berbunyi: Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Firman Tuhan ini mengandung makna yang sejalan dengan konsep upaya bela negara. Jadi ketika seorang melakukan upaya bela negara maka mereka juga melakukan pelayanan sesuai firman Tuhan. Upaya Bela Negara Bisa dilakukan di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat dan Negara. Salah satu hal yang dapat dilakukan seorang pelajar untuk melakukan upaya bela negara di lingkungan sekolah adalah terlibat menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA).

Di SMA Gloria 2 banyak siswa yang antusias menjadi anggota Paskibra, Menilik kebelakang, Paskibra di SMA Gloria sudah mulai terbentuk sekitar tahun 2015 dengan jumlah anggota sekitar 15 anak “Tujuan dari ekstrakurikuler Paskibra ini adalah bertujuan untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan bangsa melalui pelbagai kegiatan yang menekankan pembentukan karakter antara lain Mandiri, Setia, berintegritas, rela berkorban, Disiplin dan pantang menyera,” ujar Bapak Robi Dharmawan, S.IP selaku pelatih PASKIBRA.

Paskibra di SMA Gloria 2 semakin berkembang pesat dari tahun ketahun,. Kegiatan Paskibra di SMA Gloria 2 tidak hanya bergelut dengan hal-hal yang sifatnya baris-berbaris atau upacara saja, tetapi bisa melayani dan bekerja sama dengan elemen-elemen lain seperti Osis dan Tim Kerohanian. Paskibra biasanya membantu dalam event-event yang diadakan Osis seperti lomba-lomba peringatan hari besar (HUT RI, Sumpah Pemuda, Hari Pahlawan dsb) sedangkan dalam Tim Kerohanian biasanya Paskibra juga melayani di ibadah sebagai penatalayanan, retreat, rural ministry dsb. “Paskibra ini juga berkegiatan di luar sekolah seperti mendaki Gunung Penangungan dan Gunung Semeru, berkunjung ke Air Terjun Mardakaripura dan Air Terjun Tumpak Sewu, serta berkemah Bersama disekitar danau Ranu kumbolo,” papar Pak Robi.  

“Paskibra mengajari saya untuk memiliki jiwa kepemimpinan,” ungkap Garrend salah satu anggota PASKIBRA. Disisi lain “Paskibra mengajarkan kepadanya untuk disiplin waktu dan bertanggung jawab.” ungkap Felita. “Paskibra membentuk karakter saya untuk menjadi pribadi yang tegas, hormat, percaya diri dan tidak mudah menyerah” ucap Stanley. Selain memberikan pengaruh positif kepada anggota, PASKIBRA ini juga memberikan dampak positif dilingkungan mereka terlebih dilingkungan sekolah. Karena secara tidak langsung ekstrakurikuler ini menciptakan suatu perubahan kecil dikalangan siswa yang merupakan generasi muda yang mungkin sudah tergerus arus modernisasi. Seperti yang disampaikan Pramoedya Ananta Toer bahwa “Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput

Informasi Pendaftaran Siswa Baru